Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima Pokir
Dewan dari pimpinan DPRD Batam, saat pembukaan Musrenbang tingkat Kota Batam di
Hotel Grand Mercure Batam, Kamis (5/3/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI
Batam-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan Kota Batam ke depan. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan dapat menyelaraskan berbagai program prioritas agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya,
Musrenbang tidak sekadar menjadi tahapan formal dalam proses perencanaan
pembangunan, melainkan ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan
seluruh pemangku kepentingan.
“Musrenbang ini
menjadi forum penting untuk memastikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan
benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujar Amsakar saat membuka
Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2026 dalam
rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 di Hotel Grand Mercure Batam, Kamis
(5/3/2026).
Ia berharap
berbagai masukan, kritik, dan saran yang disampaikan dalam forum tersebut dapat
memperkaya serta menyempurnakan rancangan akhir RKPD Kota Batam Tahun 2027.
Dengan demikian, dokumen perencanaan yang disusun tidak hanya baik secara
konseptual, tetapi juga realistis dan berdampak nyata bagi kesejahteraan
masyarakat.
Dalam kesempatan
itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah kondisi strategis Kota Batam. Secara
geografis, Batam berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka yang
menjadikannya kawasan strategis dalam kegiatan ekonomi dan perdagangan.
Dengan luas
wilayah sekitar 1.020,28 kilometer persegi yang terdiri atas 454 pulau serta
jumlah penduduk sekitar 1,29 juta jiwa, Batam menghadapi tantangan tersendiri
dalam pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas wilayah, serta
penyediaan layanan publik yang merata.
Ia menambahkan,
dalam penyusunan RKPD 2027 Pemerintah Kota Batam berkomitmen menyelaraskan arah
pembangunan daerah dengan kebijakan nasional. Upaya tersebut juga dilakukan
untuk memperkuat visi Batam sebagai kota madani yang inovatif, berkelanjutan,
dan berbudaya, sekaligus menjadi pusat investasi dan pariwisata.
Amsakar juga
memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batam dalam beberapa tahun
terakhir. Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2024 tercatat sebesar 6,69 persen dan
meningkat menjadi 6,76 persen pada 2025. Angka tersebut menunjukkan tren
pemulihan ekonomi yang semakin kuat.
Menurutnya,
capaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam menjaga iklim
investasi serta mendorong pertumbuhan sektor industri, perdagangan, dan jasa.
Selain itu, angka
kemiskinan di Kota Batam juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2024 tingkat
kemiskinan tercatat sebesar 4,85 persen, kemudian turun menjadi 3,81 persen
pada 2025 dengan jumlah penduduk miskin sekitar 68 ribu jiwa.
“Capaian ini
menjadi indikasi bahwa berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat
yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil,” katanya.
Di bidang
pembangunan manusia, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Batam juga meningkat
dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025. Capaian tersebut menempatkan
Batam pada peringkat pertama di Provinsi Kepulauan Riau.
Pada kesempatan
itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan yang akan
terus dilanjutkan hingga 2027. Program tersebut antara lain peningkatan
pelayanan air bersih, penanganan banjir, pengobatan gratis bagi masyarakat
ber-KTP Batam, serta pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM).
Selain itu,
pemerintah juga melanjutkan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru,
bantuan bagi lanjut usia, peningkatan pelatihan tenaga kerja, serta pemberian
beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan masyarakat di wilayah hinterland.
Di sektor
transportasi, Pemerintah Kota Batam juga terus mengembangkan sistem
transportasi publik melalui layanan Trans Batam guna meningkatkan konektivitas
dan mobilitas masyarakat.
Melalui forum
Musrenbang tersebut, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
“Marilah kita
bersatu hati dan bersama-sama mewujudkan Batam yang semakin maju dan
sejahtera,” ujarnya.
*Rapor Kinerja OPD
2025*
Dalam Musrenbang
tersebut, Pemerintah Kota Batam merilis rapor kinerja perangkat daerah tahun
2025. Hasil evaluasi tersebut menempatkan lima organisasi perangkat daerah
(OPD) dengan capaian nilai kinerja tertinggi.
Berdasarkan data
rapor kinerja tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam menempati
posisi pertama dengan nilai 87,53. Capaian ini menunjukkan kinerja optimal
dalam pengelolaan serta optimalisasi pendapatan daerah.
Posisi kedua
diraih oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dengan nilai 86,80.
Bappeda dinilai berhasil menjalankan fungsi perencanaan pembangunan daerah
secara efektif dan terukur.
Sementara itu,
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berada di peringkat
ketiga dengan nilai 85,98. Kinerja Disdukcapil dinilai konsisten dalam
meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Di posisi keempat
terdapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan nilai 85,59.
Perangkat daerah ini dinilai berhasil mendukung keterbukaan informasi publik
serta penguatan sistem komunikasi pemerintahan.
Adapun posisi
kelima ditempati oleh Sekretariat Daerah (Setdako) Kota Batam dengan nilai
84,79, yang berperan dalam koordinasi kebijakan serta administrasi pemerintahan
daerah.
Penilaian rapor
kinerja perangkat daerah ini menjadi bagian dari upaya evaluasi terhadap
pelaksanaan program kerja dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota
Batam.
Melalui evaluasi
tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja
organisasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memastikan setiap
program pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, hasil
rapor kinerja ini juga menjadi bahan perbaikan dan motivasi bagi seluruh
perangkat daerah agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(Diskominfo Batam/Yogi Septiyan)

