Wali Kota Batam, Amsakar
Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri
halalbihalal Polda Kepri bersama komunitas pengemudi online serta serikat buruh
se-Kepri, Selasa (14/4/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAWI
Batam –
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia
Chandra, menghadiri halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang
diselenggarakan Polda Kepulauan Riau (Kepri) bersama komunitas pengemudi online
serta serikat buruh se-Kepri.
Kegiatan tersebut berlangsung di
Gedung Lancang Kuning, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Amsakar
menegaskan bahwa halalbihalal menjadi momentum penting untuk membangun energi
positif sekaligus memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat. Menurutnya,
kegiatan ini efektif untuk menghilangkan sekat birokrasi dan mempererat
hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini adalah cara kita membangun
energi positif, memutus sekat birokrasi, serta membuka ruang komunikasi yang
lebih sehat antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Amsakar juga menekankan bahwa Batam
dan Provinsi Kepulauan Riau merupakan rumah bersama yang harus dijaga seluruh
elemen, termasuk komunitas pengemudi online dan pekerja. Ia menilai, kedua
kelompok tersebut memiliki peran strategis dalam membuka lapangan kerja serta
menekan angka pengangguran.
Selain itu, ia menyoroti isu
regulasi bagi pengemudi daring. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus
mendorong aspirasi tersebut ke pemerintah pusat agar lahir kebijakan yang lebih
adil dan memberikan perlindungan.
“Kita ingin regulasi di tingkat
pusat benar-benar melindungi pengemudi daring, sehingga tercipta keseimbangan
antara kepentingan aplikator dan pengemudi,” katanya.
Amsakar juga mengapresiasi
kondusivitas penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam pada tahun sebelumnya. Ia
menilai, kesepakatan antara serikat pekerja dan pelaku usaha menjadi capaian
penting dalam menjaga stabilitas hubungan industrial.
“Penetapan UMK tahun lalu berjalan
kondusif. Kita berhasil menemukan titik temu yang dapat diterima semua pihak,”
ungkapnya.
Sementara itu, Kapolda Kepri, Irjen
Asep Safrudin, menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara
pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan
sosial dan ekonomi di Batam.
Ia menyampaikan, meskipun Batam
tidak memiliki sumber daya alam melimpah, daerah ini mampu mencatat pertumbuhan
ekonomi yang signifikan. Namun, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi,
mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok hingga persoalan penyelundupan.
Kapolda juga menegaskan pentingnya
sinergi antara serikat pekerja, komunitas, dan pemerintah guna mencegah potensi
konflik sosial serta menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Kunci menjaga stabilitas adalah
komunikasi dan kolaborasi. Semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi
dan menjaga Batam tetap kondusif,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh
elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat kebersamaan, menjaga stabilitas
sosial, serta berperan aktif dalam mendorong kemajuan Batam dan Provinsi
Kepulauan Riau.
sumber : Diskominfo Batam/Yogi
Septiyan

