Wali Kota Batam, Amsakar
Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memberikan
keterangan kepada awak media belum lama ini. Dok HUMAS DISKOMINFO BATAM
Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,
menerbitkan Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dalam rangka
perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini
dikeluarkan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama
periode Lebaran di Kota Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan
bahwa kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam
menjaga keamanan lingkungan, kelancaran aktivitas publik, serta kenyamanan
warga yang merayakan Idulfitri.
Menurut Amsakar, momentum Lebaran biasanya
diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik, berkunjung
ke pusat keramaian, maupun berwisata. Karena itu, diperlukan kewaspadaan dan
kerja sama semua pihak agar kondisi tetap terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan
kewaspadaan serta menjaga keamanan lingkungan masing-masing, terutama bagi
warga yang akan meninggalkan rumah untuk mudik,” ujar Amsakar, Kamis
(12/3/2026).
Ia mengingatkan agar warga yang bepergian
melapor kepada ketua RT atau RW setempat, memastikan rumah dalam kondisi aman
sebelum ditinggalkan, serta mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan dan
mencabut regulator gas guna mencegah potensi kebakaran.
Selain itu, kendaraan yang ditinggalkan dalam
waktu tertentu diimbau untuk dititipkan kepada pihak yang dipercaya atau di
kantor kepolisian terdekat apabila tersedia fasilitas penitipan.
Bagi masyarakat yang tidak melaksanakan mudik,
Amsakar meminta agar tetap menjaga sistem keamanan lingkungan, termasuk melalui
pengawasan terhadap rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Sistem satu pintu
keluar-masuk atau one gate system juga dianjurkan untuk diterapkan pada waktu
tertentu guna memudahkan pemantauan aktivitas warga dan tamu.
Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Kota
Batam juga mengatur pelaksanaan kegiatan keagamaan selama malam takbiran hingga
salat Idulfitri. Amsakar mengimbau agar takbiran dilaksanakan di masjid atau
musala masing-masing secara khidmat dan tertib.
Apabila masyarakat menggelar takbir keliling,
kegiatan tersebut diharapkan tetap memperhatikan keselamatan peserta serta
tidak mengganggu ketertiban umum.
“Masyarakat juga diimbau meminimalkan penggunaan
petasan atau bahan peledak lainnya karena berpotensi membahayakan keselamatan
serta mengganggu ketenteraman lingkungan,” katanya.
Pengurus masjid dan musala juga diminta
berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat agar pelaksanaan takbiran dan
salat Id berjalan lancar dan aman.
Selain aspek keamanan lingkungan, pemerintah
juga meminta pengelola tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan
untuk meningkatkan pengawasan selama libur Lebaran. Pengelola diminta
memastikan seluruh wahana permainan dalam kondisi layak fungsi, tidak melebihi
kapasitas, serta dilengkapi sarana keselamatan seperti jalur evakuasi dan alat
pemadam kebakaran.
Di sisi lain, pimpinan perkantoran dan satuan
pendidikan juga diminta menyiagakan petugas keamanan selama libur Lebaran.
Pengawasan terhadap kondisi gedung, pemutusan aliran listrik pada peralatan
yang tidak digunakan, serta kesiapan sistem proteksi kebakaran menjadi bagian
penting dari langkah pencegahan.
Pemko Batam juga memperkuat koordinasi lintas
lembaga untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan masyarakat selama Lebaran. Di
antaranya melalui penguatan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna
menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Selain itu, pemerintah menyiagakan posko
koordinasi, meningkatkan kesiapan layanan transportasi, serta memastikan
kelayakan angkutan umum melalui pemeriksaan kendaraan atau ramp check.
Amsakar menegaskan bahwa kesiapsiagaan juga
mencakup layanan darurat. Rumah sakit dan puskesmas tetap membuka layanan unit
gawat darurat selama 24 jam untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan
medis apabila dibutuhkan.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi cuaca
ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang dengan mengikuti informasi resmi
dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
“Apabila terjadi keadaan darurat seperti
kebakaran, gangguan keamanan, atau kondisi medis, masyarakat dapat segera
menghubungi layanan darurat Batam Siaga melalui call center 112,” ujarnya.
Ia berharap dengan sinergi antara pemerintah,
aparat keamanan, dan masyarakat, suasana Idulfitri di Batam dapat berlangsung
dengan aman, nyaman, dan penuh kebersamaan. (Diskominfo Batam)

