Ribuan warga memadati perayaan Imlek di kawasan
Komplek Bumi Indah, Lubukbaja, Batam, Senin (16/2/2026) malam. HUMAS DISKOMINFO
BATAM / RICKY WIHENDAR
Batam – Kemeriahan pergantian Tahun Baru Imlek 2577/2026 terasa semarak di kawasan Komplek Bumi Indah, Lubukbaja, Batam, Senin (16/2/2026) malam. Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti Malam Penyambutan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Nuansa kebersamaan langsung terasa sejak memasuki area
acara. Lampion merah menghiasi sepanjang lokasi, sementara panggung utama
dipenuhi ornamen khas Imlek. Pertunjukan barongsai dan atraksi seni budaya
Tionghoa pun memukau warga yang hadir.
Di tengah keramaian, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad,
bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turut menyapa masyarakat.
Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian
budaya yang tumbuh harmonis di kota tersebut.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pergantian tahun
bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi bagi seluruh masyarakat. Ia
mengajak warga memaknai Tahun Baru Imlek sebagai waktu untuk berbenah dan
memperkuat kontribusi bagi daerah.
“Pergantian tahun ini menjadi ajang kontemplasi,
evaluasi, sekaligus kesempatan untuk melihat kembali apa yang telah, sedang,
dan akan kita lakukan ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberagaman di Batam merupakan
kekuatan yang harus dirawat bersama. Menurutnya, heterogenitas masyarakat
ibarat sebuah orkestrasi yang akan melahirkan harmoni apabila dikelola dengan
baik.
“Keberagaman di Batam adalah kekuatan. Jika
diaransemen dengan baik, akan menghasilkan harmoni yang indah. Itulah yang
harus kita jaga bersama,” katanya.
Amsakar juga menilai keberagaman tersebut menjadikan
Batam sebagai salah satu kota dengan tingkat moderasi dan toleransi beragama
yang tinggi di Indonesia. Capaian itu, menurutnya, merupakan hasil kerja
bersama seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti
Yudhoyono, menegaskan Batam sejak lama dikenal sebagai kota multikultural,
tempat bertemunya beragam identitas suku, agama, ras, etnis, dan budaya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan perayaan Imlek
sebagai momentum memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, Batam mencerminkan
kehidupan harmonis dalam keberagaman.
“Batam adalah miniatur Indonesia. Di sini kita melihat
bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan secara damai dan produktif,”
ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam
bingkai kebangsaan. Dengan mengusung semangat Harmoni Imlek Nusantara, ia
mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan demi mewujudkan Indonesia yang
maju.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pembangunan
kewilayahan harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter bangsa yang
menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan.
Semangat kebersamaan terasa nyata sepanjang acara.
Tidak hanya warga keturunan Tionghoa, masyarakat dari berbagai latar belakang
turut merayakan dan saling mengucapkan selamat tahun baru dengan penuh
kehangatan.
Puncak perayaan ditandai pesta kembang api yang
menghiasi langit Nagoya tepat saat pergantian tahun. Dentuman kembang api yang
memecah malam disambut sorak-sorai ribuan warga, menjadi simbol harapan baru
bagi Batam yang harmonis, maju, dan semakin bersatu di tahun yang baru. (Diskominfo
Batam/Yogi Septiyan)

